Definisi
Kata sandang adalah salah satu nama kelas kata dalam bahasa Indonesia. Kata sandang dikenal pula dengan nama artikula. Kridalaksana (2007) mendefinisikan kata sandang sebagai kategori [kata] yang mendampingi nomina dasar, nomina deverbal, pronomina, dan verba pasif.Artikula atau kata sandang berfungsi menyatakan gelar, membatasi nomina, dan menominalkan kata lain. Dalam konteks perbandingan gramatika, kata sandang bahasa Indonesia mirip dengan articles dalam bahasa Inggris.
Daftar Kata Sandang
- Kata sandang berjumlah satu benda: sang, si, hang, hyang, dang
- Kata sandang berjumlah lebih dari satu: para, kaum, dan umat
Kata sandang hang dan dang hanya digunakan pada karya-karya sastra dengan bahasa ragam Melayu klasik. Kata hyang digunakan untuk mengagungkan sesuatu yang layak disembah sehingga sering ditemukan dalam penamaan dewa-dewi dalam sastra lama atau pun di masa kini.
Kata para adalah kata sandang yang berfungsi sebagai penanda jamak. Artinya, objek yang menjadi makna dari kata yang mengikuti (berposisi di belakang atau berada di sebelah kanan) kata sandang para berjumlah lebih dari satu unit. Maka dari itu, dalam konteks kalimat atau bahasa yang efektif, kita tidak boleh menggunakan kata bermakna jamak lain yang beriringan dengan kata para.
Kata para adalah kata sandang yang berfungsi sebagai penanda jamak. Artinya, objek yang menjadi makna dari kata yang mengikuti (berposisi di belakang atau berada di sebelah kanan) kata sandang para berjumlah lebih dari satu unit. Maka dari itu, dalam konteks kalimat atau bahasa yang efektif, kita tidak boleh menggunakan kata bermakna jamak lain yang beriringan dengan kata para.
Penggunaan Kata Sandang
Berdasarkan pedoman dan contoh yang dipaparkan di PUEBI, kita bisa menyimpulkan beberapa aturan penggunaan seperti berikut.1. Kata sandang si dan sang tidak dikapitalkan.
Contoh:
- Surat itu dikembalikan ke si pengirim.
- Istri yang salehah itu menyayangi sang suami.
Contoh:
- Sesaat kemudian, si Kancil berjalan mengendap-endap di kebun Pak Tani.
- Semua penduduk hutan tunduk kepada sang Singa yang bijaksana.
Contoh:
- Orang yang beriman selalu berserah diri kepada Sang Pencipta.
- Kita harus bersyukur kepada Sang Pemberi Nikmat atas sehat dan umur yang bermanfaat.


0 comments:
Post a Comment