Live and Play

Monday, January 21, 2019

Mengganti IP Address dan Konfigurasi Alamat Jaringan (IP Address) Manual di MX Linux

January 21, 2019 Posted by Chief Editor , , No comments
Ketika sebuah komputer terkoneksi pada suatu jaringan konektivitas, komputer tersebut akan ditandai dengan suatu alamat jaringan yang bernama IP address. IP address bisa didapatkan secara otomatis (dan random) jika Anda mengoneksikan komputer dengan cara otomatis pula.

Namun begitu, pada beberapa jaringan tertentu—terutama jaringan yang sudah diatur jatah IP address-nya—adakalanya kita harus mengatur IP address komputer secara manual. Pengaturan IP address secara manual seperti itu biasanya untuk menghindarkan adanya konflik alamat IP dalam satu jaringan, serta untuk memudahkan identifikasi, organisasi, dan pelacakan lokasi fisik komputer yang bersangkutan.

Mengubah IP address atau memasang IP address secara manual di MX Linux juga tidak begitu sulit. Berikut ini langkah-langkah yang dilakukan untuk mengubah IP address atau mengonfigurasi/men-setting ulang IP address secara manual di sistem operasi MX Linux

1. Saya asumsikan, Anda sudah terkoneksi pada salah satu access point jaringan, baik itu jaringan kabel maupun jaringan wireless (wifi). Klik kanan Networking di panel kiri.

2. Dari menu yang muncul, klik pilihan Edit Connections ....

3. Akan muncul sebuah jendela Network Connections. Klik nama access point yang ingin diubah IP address-nya. Kemudian klik tombol Edit.

4. Selanjutnya, akan muncul jendela baru berjudul Editing blablabla dengan blablabla sebagai nama access point. Klik tab Ipv4 untuk membuka konfigurasi IP address.

5. Di tab Ipv4, ganti pilihan Method dari Automatic (DHCP) menjadi Manual. Selanjutnya, klik tombol Add.

6. Masukkan alamat IP address yang diinginkan pada tabel kolom Address. Tekan tombol Tab pada keyboard untuk pindah ke kolom Netmask, kemudian isikan angka 24. Lalu tekan tombol Tab lagi untuk berpindah ke kolom Gateway, kemudian masukkan alamat IP modem Anda.

7. Untuk DNS server, Anda bisa isikan alamat IP server DNS milik Google, yaitu 8.8.8.8. Saya sendiri menggunakan server Open DNS dengan alamat 208.67.222.222. Kotak Search Domains bisa dibiarkan kosong saja. Jangan lupa, klik Save!


8. Selesai! Kini, komputer Anda sudah memiliki alamat IP address yang paten dalam jaringan tersebut.

Menyambungkan Komputer dengan Koneksi Wifi pada MX-Linux

January 21, 2019 Posted by Chief Editor , , No comments
Salah satu hal yang membuat saya senang dengan MX Linux adalah kemudahannya dalam pengaturan berbagai macam hal. Pengaturan atau setting berbagai perangkat yang bisa dilakukan pada MX Linux tidak jauh berbeda dari Windows, namun lebih lengkap.

Begitu pula halnya dengan menyambungkan komputer ke koneksi wifi. Di sistem operasi Windows, kita bisa mengeklik ikon Networking yang biasanya ditampilkan di System Tray. Jika ikon Networking diklik, akan muncul sebuah menu yang memperlihatkan daftar access point yang bisa dikoneksikan.

Jika kita mengeklik salah satu access point, Windows akan mengoneksikan komputer kita ke jaringan tersebut. Jika access point kebetulan dikunci dengan password, Windows akan mengeluarkan kotak dialog yang meminta input password jaringan tersebut.

Prosedur yang hampir sama sebenarnya ditemukan pada sistem operasi MX Linux. Hanya bentuk dan posisi ikonnya saja yang sedikit berbeda. Berikut ini langkah-langkah untuk mengoneksikan komputer dengan sistem operasi MX Linux ke jaringan wifi.

1. Klik ikon Networking yang ada di panel kiri Desktop. Lihat gambar agar lebih jelas.

2. Dari menu yang muncul, klik nama Access Point yang ingin dikoneksikan.


3. Jika koneksi tersebut tidak dikunci dengan password, Anda akan langsung terhubung secara otomatis. Akan tetapi, jika koneksi tersebut dilindungi password, MX Linux akan memunculkan kotak dialog yang meminta Anda memasukkan password wifi.


4. Jika password yang Anda masukkan benar dan komputer bisa tersambung dengan jaringan wifi tersebut, MX Linux akan memunculkan pesan seperti pada gambar.

Komputer Anda kini terhubung dengan konektivitas wifi. Untuk konektivitas kProsedur yang sama bisa dilakukan ketika kita menyambungkan komputer atau laptop dengan fitur tethering pada ponsel Android. Selamat mencoba!

Tuesday, January 15, 2019

Captain's Log #2 Menduga Anggota Keluarga Baru

January 15, 2019 Posted by Chief Editor No comments
Sejak seminggu yang lalu, kanojo-ku kerap mengeluh. Daur menstruasinya kacau, tidak seperti biasanya. Masa menstruasinya juga menjadi panjang. Ia mulai menstruasi sejak tanggal 29 Desember 2018 dan sampai hari ini masih keluar flek merah.

Kemarin, dia berceletuk, "Pa, coba beli testpack yuk."
Saya sedikit kaget, lantas bertanya,"Lho, memangnya kenapa?"
"Yaa, siapa tahu, aku berisi lagi. Soalnya ini gejala-gejalanya mirip waktu kita dapet Luna," jawabnya mengingatkanku kepada hari-hari ketika aku pertama kali mengetahui kehamilan anak pertamaku, Luna Lumina Saga. Betul, gejalanya mirip. Menstruasi kacau dan seolah tidak berhenti, keluarnya flek darah, sedikit namun konstan.
"Ya sudah, nanti ya," jawabku setuju. Tadi malam, aku bersama kanojo dan Luna, pergi ke apotek dekat rumah, membeli jamu masuk angin, multivitamin, sari kurma, dan tentunya test pack.
Sepulang dari apotek, aku sebenarnya ingin sekali langsung meminta kanojo untuk menggunakan test pack.

Meskipun begitu, sebenarnya ada sedikit was-was juga. Rasa-rasanya aku belum siap untuk mendapat anak lagi. Apakah aku sudah siap secara lahir, batin, dan materi untuk mengasuh dan menafkahi anak kedua ini? Apakah anak pertamaku, Luna, selama ini sudah mendapat perhatian dan pemenuhan kebutuhan yang cukup? Apakah ibunya, kanojo-ku, juga sudah siap untuk mengandung anak kedua ini? Apakah aku sudah menjadi orang tua dan ayah yang baik untuk anak pertama? Apakah aku pantas mendapatkan anak kedua ini saat ini?

Tadi malam aku nyaris tidak bisa tidur. Aku lantas turun ke lantai satu, menyalakan komputer, lalu bermain sedikit pertempuan di World of Tanks, sambil merenungkan itu semua.

Istriku pernah berkata, anak itu rezeki dari Allah. Ada orang yang mendapat berkat rezeki materi kekayaan berlimpah namun belum memiliki anak. Ada pula orang yang mendapat banyak anak, namun materi kekurangan. Maka dari itu, kita seharusnya bersyukur, ketika mendapat anak, kamu udah dapat kerjaan yang gajinya lumayan, punya warung juga untuk tambah-tambah penghasilan. Kita nggak terlalu pusing masalah keuangan. Tempat tinggal sendiri juga sudah ada. Itu artinya, Allah sudah memberikan kita rezeki Begitu kira-kira ucapannya ketika ia mengandung Luna, anak pertama kami.

Setelah itu, aku agak tenang. Melihat waktu sudah pukul satu dan nyamuk sudah keroyokan mengganggu, aku memutuskan segera tidur. Malam itu, aku tidak menyentuh ponsel lagi di tempat tidur. Aku masuk ke kamar, mengambil selimu, lalu tidur di samping kanojo-ku yang sepertinya sudah lelap. Aku memeluknya dari belakang. Kukecup tengkuk dan kepalanya. Ia terbangun.

Kemudian ia bangun. Melihatku di sampingnya, ia langsung berbalik berhadapan denganku. Malam itu kami tidur berpelukan. Sesuatu yang rasanya jarang kulakukan belakangan ini karena aku terlalu egosi membiarkannya menidurkan Luna dan tidur sendirian, sementara aku melepas penat sambil bermain di lantai satu.

Gomen ne, watashi no wagamama no sei de.
Powered by Blogger.