Live and Play

Tuesday, January 15, 2019

Captain's Log #2 Menduga Anggota Keluarga Baru

January 15, 2019 Posted by Chief Editor No comments
Sejak seminggu yang lalu, kanojo-ku kerap mengeluh. Daur menstruasinya kacau, tidak seperti biasanya. Masa menstruasinya juga menjadi panjang. Ia mulai menstruasi sejak tanggal 29 Desember 2018 dan sampai hari ini masih keluar flek merah.

Kemarin, dia berceletuk, "Pa, coba beli testpack yuk."
Saya sedikit kaget, lantas bertanya,"Lho, memangnya kenapa?"
"Yaa, siapa tahu, aku berisi lagi. Soalnya ini gejala-gejalanya mirip waktu kita dapet Luna," jawabnya mengingatkanku kepada hari-hari ketika aku pertama kali mengetahui kehamilan anak pertamaku, Luna Lumina Saga. Betul, gejalanya mirip. Menstruasi kacau dan seolah tidak berhenti, keluarnya flek darah, sedikit namun konstan.
"Ya sudah, nanti ya," jawabku setuju. Tadi malam, aku bersama kanojo dan Luna, pergi ke apotek dekat rumah, membeli jamu masuk angin, multivitamin, sari kurma, dan tentunya test pack.
Sepulang dari apotek, aku sebenarnya ingin sekali langsung meminta kanojo untuk menggunakan test pack.

Meskipun begitu, sebenarnya ada sedikit was-was juga. Rasa-rasanya aku belum siap untuk mendapat anak lagi. Apakah aku sudah siap secara lahir, batin, dan materi untuk mengasuh dan menafkahi anak kedua ini? Apakah anak pertamaku, Luna, selama ini sudah mendapat perhatian dan pemenuhan kebutuhan yang cukup? Apakah ibunya, kanojo-ku, juga sudah siap untuk mengandung anak kedua ini? Apakah aku sudah menjadi orang tua dan ayah yang baik untuk anak pertama? Apakah aku pantas mendapatkan anak kedua ini saat ini?

Tadi malam aku nyaris tidak bisa tidur. Aku lantas turun ke lantai satu, menyalakan komputer, lalu bermain sedikit pertempuan di World of Tanks, sambil merenungkan itu semua.

Istriku pernah berkata, anak itu rezeki dari Allah. Ada orang yang mendapat berkat rezeki materi kekayaan berlimpah namun belum memiliki anak. Ada pula orang yang mendapat banyak anak, namun materi kekurangan. Maka dari itu, kita seharusnya bersyukur, ketika mendapat anak, kamu udah dapat kerjaan yang gajinya lumayan, punya warung juga untuk tambah-tambah penghasilan. Kita nggak terlalu pusing masalah keuangan. Tempat tinggal sendiri juga sudah ada. Itu artinya, Allah sudah memberikan kita rezeki Begitu kira-kira ucapannya ketika ia mengandung Luna, anak pertama kami.

Setelah itu, aku agak tenang. Melihat waktu sudah pukul satu dan nyamuk sudah keroyokan mengganggu, aku memutuskan segera tidur. Malam itu, aku tidak menyentuh ponsel lagi di tempat tidur. Aku masuk ke kamar, mengambil selimu, lalu tidur di samping kanojo-ku yang sepertinya sudah lelap. Aku memeluknya dari belakang. Kukecup tengkuk dan kepalanya. Ia terbangun.

Kemudian ia bangun. Melihatku di sampingnya, ia langsung berbalik berhadapan denganku. Malam itu kami tidur berpelukan. Sesuatu yang rasanya jarang kulakukan belakangan ini karena aku terlalu egosi membiarkannya menidurkan Luna dan tidur sendirian, sementara aku melepas penat sambil bermain di lantai satu.

Gomen ne, watashi no wagamama no sei de.

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.